Mei 8, 2008
Bocor…semua bocor…rahasia bocor, genteng bocor, ember bocor, atap bocor, rahasia bocor, soal bocor….bagaimana kalo bisul bocor. Gimana rasanya bocor-bocor itu mempengaruhi emosi kita? Sedih, marah, takut, senang, bangga, dssssssssssssssssssssssssssst. Diam!!!
Tidak ada komentar » |
OPINION | yang berkaitan: Add new tag |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
April 4, 2008
Sedikit sedikit “berubahlah!”, sedikit sedikit “berubahlah!”. Berubah kok cuma sedikit-sedikit?
Seorang musafir kehidupan berpetualang ke seluruh penjuru dunia dan melihat betapa lambannya semua orang untuk berkembang. Dengan semangat mudanya, ia berteriak di dalam doanya, ya Tuhan ubahlah semua orang di dunia ini, agar hidupnya semakin cepat berkembang. Begitulah seruan itu nyaring terdengar sampai berpuluh-puluh tahun, tapi tak ada yang berubah. Ia menepi gelisah di pinggir jalan, di bawah sebuah pohon yang rimbun dedaunannya. Ia berbisik dalam doanya, ya Tuhan, kalau begitu ubahlah orang-orang di sekitarku saja. Ia puas. Menyadari realitas baru, dan kali ini ia yakin, doanya pasti terkabul. Hari, bulan, tahun terus berlalu. Sampai rambutnya pun sudah beruban, namun tidak ada yang berubah. Dan kali ini, ia sendiri akhirnya berubah, setidaknya dalam gema doanya berikut ini, “Ya, Tuhan, ubahlah diriku sendiri. Betapa aku telah menyia-nyiakan waktu untuk mengharapkan perubahan pada orang lain, namun semua itu akan terjadi ketika aku sendiri harus terlebih dahulu berubah. Sebuah teladan tindakan lebih bermakna dari sebuah kata.
Tidak ada komentar » |
OPINION |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Maret 11, 2008
Seorang pendidik merupakan salah satu agen perubahan. Seiring dengan fungsi dunia pendidikan sebagai transformasi peradaban, maka pendidik merupakan fasilitator transformasi itu. Dengan demikian pendidik memiliki peran kunci (key-role) di dalam proses perubahan.
Sementara itu perubahan terjadi bilamana dimulai dari diri sendiri, tepatnya pada pola pikir seseorang. Suatu pola pikir yang telah membeku dan statis, dipastikan tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Syukur-syukur kalau pola pikir yang statis itu merupakan sebuah bangunan yang “berbentuk”. Bila sebaliknya, justru menjadi sumber persoalan, maka pola pikir semacam itu harus diubah.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pola pikir seorang pendidik sangat penting dalamĀ merekayasa sebuah perubahan bermakna. Itulah sebabnya pola pikir seorang pendidik senantiasa harus bersifat dinamis. Berubah untuk menyesuaikan diri dengan perubahan jaman, dan terutama berubah dari hal-hal yang sifanya menghambat menuju hal-hal yang membangun. Bila kunci perubahan menuju peradaban ada di tangan seorang pendidik, maka seorang pendidik harus mampu mentransformasi pola pikirnya menjadi sebuah “mesin konstruktif” bagi kemajuan peradaban yang salah satunya dimotori oleh dunia pendidikan.
Tidak ada komentar » |
EDUCATION |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Maret 6, 2008
Sudah pernah mendengar ungkapan “pikiran kotor”? Belum? Ah, yang benar aja. Kayak nggak berpijak di planet ini aja. Apa yang muncul di pikiran Anda sewaktu membaca judul artikel ini? Ya … pada umumnya kita langsung mengasosiasikan pikiran kotor dengan pikiran jorok atau pikiran porno. Ada akronim Sukirno, suka pikiran porno.
Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah pikiran kita hanya dikotori oleh hal-hal yang jorok atau yang berbau porno itu saja? Belum tentu! Ah, kok belum tentu? Ya yalah! Kata-kata atau konsep dari “dunia” porno atau jorok memang mengotori pikiran seseorang. Tapi kan kata-kata atau konsep dari “dunia lain” pun bisa mengotori pikiran kita. Sebut saja marah, benci, dendam, bohong, bodoh, goblok, dengki, selingkuh, dan sejuta deret kata-kata yang termasuk dalam kategori negatif pasti akan mengotori pikiran. Jadi sebagaimana ada polusi udara, ada pencemaran air, ada juga polusi pikiran, pencemaran pikiran. Jadilah pikiran itu “kotor”. Dengan demikian, pikiran kotor bukan hanya berhubungan dengan pikiran jorok atau porno, melainkan pikiran yang dicemari oleh berbagai kata atau konsep negatif.
Tidak ada komentar » |
OPINION |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Februari 26, 2008
Selamat datang para pengunjung blog PIKIR!
Udah mandi kan? Ah, udah dong! Nyisir rambut? Eh kok nanya-nanya begini? Ah, jangan marah, dong! Cuman cek doang, apa udah menata dirimmu kalau masuk blog ini.
Kalau yang ini Anda belum nata kan? Ah, nuduh! Apaan? Ya PIKIRANmu? Pikiran? Apa perlu ditata? Ya, yalah. Anda penasaran? Kalo penasaran, Anda udah tepat masuk blog ini. Melalui blog ini, saya mengajak Anda semua untuk belajar bersama-sama bagaimana menata pikiran kita, to set our mind. Ini bakal jadi ilmu baru yang paling dahsyat memicu perkembangan umat manusia. Nah, untuk itu marilah kita berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menuju sebuah abad baru yang revolusioner akibat adanya ILMU-PIKIR. Hayo!!!!
Tidak ada komentar » |
OPINION |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Februari 5, 2008
Hari Rabu dan Kamis, tanggal 6 dan 7 Pebruari 2008, segenap warga SMP Tarsisius Vireta berlibur. Pasalnya, Rabu 6 Pebruari 2008 merupakan hari Rabu Abu, awal puasa bagi seluruh umat Katolik sedunia, sementara tanggal 7 Pebruari merupakan tahun baru Imlek 2559 bagi warga Tiong Hoa. Dua hari besar yang bergandengan, adakah maknanya?
Memasuki tahun yang baru, biasanya orang merefleksikan perjalanannya selama tahun yang silam. Meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan merencanakan hal-hal yang baik bagi hidup selanjutnya. Inilah kurang lebih makna umum setiap pergantian tahun bagi semua orang. Sementara Rabu Abu merupakan hari dimulainya pertobatan, mawas diri dan mengoreksi segala dosa dan kesalahan yang dibuat. Bertobat untuk memulai hidup yang baru di dalam semangat kebangkitan Yesus pada perayaan Paskah.
Selamat berpuasa (Rabu Abu) & Selamat memasuki tahun yang baru (Imlek).
Mau tau lebih lanjut tentang imlek? Akses di bogroll!
1 Komentar |
SMP VIRETA NEWS |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Februari 1, 2008
Berbeda dari sekolah negeri, sekolah-sekolah swasta pada umumnya melakukan penerimaan siswa baru pada awal semester genap, tepatnya di bulan Januari atau Pebruari. Bahkan ada beberapa sekolah di Jakarta dan Serpong - Tangerang, telah melaksanakan penerimaan siswa baru lebih awal lagi, yakni sekitar bulan Oktober pada pertengahan semester ganjil.
Yayasan Bunda Hati Kudus yang menaungi 20 sekolah dari TK hingga SMA juga telah mulai melaksanakan penerimaan siswa baru sejak awal Januari lalu. Segala persiapan untuk itu telah dilakukan sebelumnya. Masing-masing unit ikut serentak mempersiapkan segala sesuatunya sehingga proses penerimaan siswa berjalan sesuai dengan apa yang ditargetkan. Dengan demikian proses penerimaan siswa berjalan lancar ssampai dengan saat ini. Tahap-tahap awal telah dilalui dengan baik, dan siap untuk melanjutkan ke tahap-tahap berikutnya.
SMP Tarsisius Vireta telah memasuki salah satu tahap penting yakni pelaksanaan test masuk bagi calon siswa khususnya dari feeder. Hari ini, 1 Pebruari 2008, pukul 12.30 sampai 14.00 WIB akan dilaksanakan test itu. Materi test meliputi bahasa Indonesia, Matematika, dan Sains (IPA).
Para calon siswa tampak antusias untuk mengikuti test. Hampir semua siswa dari SD Tarsisius Vireta mengikuti test ini. Hal ini menandakan keinginan orang tua untuk menyekolah anaknya di lingkungan persekolahan YBHK tetap tinggi.
Diharapkan dengan test ini, kemampuan calon siswa yang akan belajar di SMP Tarsisius Vireta sudah dapat diprediksi oleh sekolah untuk mempersiapkan model pembelajarannya. Sementara bagi calon siswa yang mengalami kesulitan yang luarbiasa dalam soal kemampuan belajar diberi kesempatan kepada orangtuanya untuk mempertimbangkannya secara lebih matang.
Tidak ada komentar » |
SMP VIRETA NEWS | yang berkaitan: VIRETA, YBHK |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Januari 29, 2008
Menjelang tahun pelajaran baru, setiap orangtua siswa disibukkan dengan mencarikan buku pelajaran untuk putra-putrinya yang akan duduk di kelas baru atau sekolah baru. Banyak kendala yang dialami dalam mencari buku pelajaran pegangan siswa ini. Beberapa kesulitan yang biasa dihadapi orangtua, di antaranya harga, judul dan tempat pembelian.
Selain harga dan tempat pembelian yang cukup merepotkan orangtua, soal pelik yang perlu diangkat dalam tulisan ini adalah soal penentuan judul buku. Siapa yang seharusnya menentukan buku pelajaran siswa yang akan dipakai?
Dari pengalaman, beberapa pihak dapat saja menentukan judul buku pelajaran tersebut, di antaranya adalah orangtua siswa, guru, kepala sekolah, yayasan atau siswa sendiri. Masing-masing pihak merasa dirinyalah yang berkompeten menentukan judul buku bagi siswa. Meskipun demikian siswa dan orangtua selama ini menjadi pihak yang pasif dan menerima saja keputusan dari pihak lain. Guru dalam waktu yang cukup lama dengan kurikulum yang lama, juga termasuk pihak yang pasif ini.
Nah, dengan demikian, pihak yang berpengaruh besar terhadap penentuan buku pelajaran tinggal guru, pihak sekolah dan pihak yayasan.
Menurut ketentuan kurikulum yang baru (KTSP) seharusnya yang berwenang menentukan buku pelajaran adalah pihak sekolah dalam hal ini, guru bersama pimpinan sekolah dan komite sekolah. Pengembangan kurikulum sendiri telah diserahkan kepada pihak sekolah oleh pemerintah untuk mengelolanya. Implikasinya jelas, bahwa penentuan buku yang merupakan salah satu komponen penting di dalam pengembangan kurikulum merupakan kewenangan mutlak pihak sekolah.
Meskipun demikian, konsep ideal ini belum tentu diwujudkan secara nyata di lapangan. Masih banyak pihak yang memperdebatkan hal ini. Ada yang secara terang-terangan mengatakan bahwa yang menentukan buku sekolah bukanlah pihak sekolah. Bagaimana menurut Anda?
Tidak ada komentar » |
EDUCATION |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Januari 22, 2008
Mendebarkan! Detak jantungnya semakin berpacu dengan lebih cepat, apalagi bila sudah tiba saatnya untuk masuk ke ruang eksekusi.
Itulah sekilas gambaran perasaan siswa-siswi SMP Tarsisius Vireta Tangerang kelas IX pada hari-hari ini. Pasalnya sejak hari ini, Selasa, 22 Januari 2008 sampai dengan Sabtu, 26 Januari 2008, seluruh siswa-siswi SMP kelas IX mengikuti sidang akademik pengujian karya tulis. Di hadapan tiga guru penguji, mereka harus mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang dilakukan sejak enam bulan yang lalu, tepatnya bulan Agustus 2007.
Karya tulis yang sekarang sedang diujikan dalam sidang akademik ini merupakan salah satu kegiatan unggulan SMP Tarsisius Vireta. Melalui kegiatan karya tulis ini, diharapkan siswa mampu memecahkan persoalan-persoalan yang dijumpainya secara ilmiah dengan menggunakan cara-cara yang ilmiah pula. Meskipun baru tingkat memberikan pengalaman belajar kepada siswa SMP yang masih remaja awal itu, kegiatan karya tulis dirasa cukup bermanfaat bagi siswa-siswi baik untuk kehidupan pada umumnya, maupun secara khusus bila mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, meskipun harus berdebar sesaat, tapi bisa melegakan untuk waktu yang lebih lama.
Tidak ada komentar » |
SMP VIRETA NEWS |
Permalink
Ditulis oleh Romanus
Januari 18, 2008
Untuk menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2007/2008, SMP Tarsisius Vireta telah mulai melakukan pendalaman materi Ujian Nasional bagi siswa kelas IX pada tanggal 15 Januari yang lalu. Ini adalah salah satu bentuk persiapan menghadapi Ujian Nasional yang terus dilaksanakan oleh pemerintah, cq Departemen Pendidikan Nasional meskipun mendapat penentangan dari banyak kalangan.
Pendalaman Materi merupakan salah satu strategi mempersiapkan siswa dalam menghadapi ujian itu. Upaya ini tidak terlepas dari usaha lain yang terkait, bahkan terintegrasi di dalamnya, di antaranya, bedah skl, menyiapkan bank soal, melakukan latihan soal, melakukan try-out, dan lain-lain.
Usaha-usaha tersebut dilakukan oleh pihak sekolah, dalam hal ini guru matapelajaran unas kelas IX, guna membantu para siswa agar dapat menghadapi Ujian Nasional dengan tak gentar, dan terutama para siswa dapat lulus dalam ujian itu sehingga melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di tahun pelajaran berikutnya.
Tidak ada komentar » |
HOT NEWS |
Permalink
Ditulis oleh Romanus