BERUBAH

Sedikit sedikit “berubahlah!”, sedikit sedikit “berubahlah!”. Berubah kok cuma sedikit-sedikit?

Seorang musafir kehidupan berpetualang ke seluruh penjuru dunia dan melihat betapa lambannya semua orang untuk berkembang. Dengan semangat mudanya, ia berteriak di dalam doanya, ya Tuhan ubahlah semua orang di dunia ini, agar hidupnya semakin cepat berkembang. Begitulah seruan itu nyaring terdengar sampai berpuluh-puluh tahun, tapi tak ada yang berubah. Ia menepi gelisah di pinggir jalan, di bawah sebuah pohon yang rimbun dedaunannya. Ia berbisik dalam doanya, ya Tuhan, kalau begitu ubahlah orang-orang di sekitarku saja. Ia puas. Menyadari realitas baru, dan kali ini ia yakin, doanya pasti terkabul. Hari, bulan, tahun terus berlalu. Sampai rambutnya pun sudah beruban, namun tidak ada yang berubah. Dan kali ini, ia sendiri akhirnya berubah, setidaknya dalam gema doanya berikut ini, “Ya, Tuhan, ubahlah diriku sendiri. Betapa aku telah menyia-nyiakan waktu untuk mengharapkan perubahan pada orang lain, namun semua itu akan terjadi ketika aku sendiri harus terlebih dahulu berubah. Sebuah teladan tindakan lebih bermakna dari sebuah kata.

Satu Tanggapan ke “BERUBAH”

  1. bernardtokan Berkata:

    BERUBAH UNTUK PERUBAHAN

    Harapan semua orang untuk berubah memang gampang seturut tutur. Tapi memang betul bahwa apabila saya mengharapkan orang lain berubah, maka saya sebelumnya lebih dahulu saya berubah. Pola pandang untuk melihat sesuatu yang terjadi disekitar kita dapat memberikan inspirasi untuk melakukan perubahan, entah secara obyektif maupun secara subyektif. Tergantung kedewasaan seseorang untuk mencermatinya. Maka disini intelligence quotient (IQ) serta emotoinal quotient EQ) sesorang sangat memegang peranan. Sehingga perubahan diharapkan oleh sipapun harus dari yang tidak baik menjadi yang baik untuk semua orang. Sehingga untuk medondorong suatu perubahan perlu adanya (kearah yang lebih baik) kita membutuhkan kerendahan hati dalam melihat, mendengar, mencermati, menyampaikan dan melaksanakan. Semoga saja kita berubah untuk perubahan.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.