Mengapa Kita Sulit Berubah?

Pernahkah anda berpikir bahwa supaya menggapai hidup yang lebih baik, anda perlu berubah? Sudah berapa lama anda berpikir demikian?

Saya mengucapkan selamat kepada anda kalau mulai berpikir untuk mengubah diri supaya hidupmu semakin bermakna dan berkualitas. Anda sudah berhasil mencapai langkah yang pertama. Kalaupun belum melangkah, anda sudah mulai berpikir melangkah, itu sudah bagus.

Sekalipun demikian, kita perlu menyadari bahwa berubah merupakan sesuatu yang tidak gampang. Kita mengamati baik diri kita sendiri, maupun orang-orang di sekitar kita tampaknya sangat sulit untuk berubah. Bahkan kalau kita sudah memiliki niat setingi langit, tetapi terasa sangat berat.

Akibatnya kita kembali terpuruk. Tampaknya sudah ada harapan, tapi jatuh lagi, jatuh lagi. Akibatnya bisa saja kita berhenti berjuang.

Kalau sudah demikian keadaannya, apalagi yang harus kita perbuat? Menyerah? Atau bertindak?

Nah, saya akan mencoba mencari tahu mengapa kita sulit berubah dengan penelusuran dalam buku-buku bacaan ilmiah maupun dalam relung hati. Saya akan membagikan untukmu dalam blog ini dalam bentuk tulisan. Saya mengajak anda pun berbuat demikian, agar kita dapat saling melengkapi dalam pencarian dan petualangan guna menemukan sebuah jawaban yang bermanfaat. OK, setuju?

4 Tanggapan

  1. Terkadang memang kita sulit berubah. Karna perubahan itu butuh proses yang cukup lama dan membutuhkan usaha yang keras. Perubahan itu dapat terjadi jika dari diri kita nya sendiri mempunyai keinginan/niat. Keinginan/niat untuk berubah merupakan kunci bagi kita. Karna tanpa keinginan/niat, apalah arti dari sebuah perubahan? Tidak ada artinya. Tanpa keinginan/niat kita tidak dapat berubah. Coba seandainya kita berubah karna keinginan/niat dari diri kita sendiri. Mau 1000 kali pun kita jatuh, maka kita tidak akan pernah menyerah untuk berubah. Walaupun gagal, dengan adanya keinginan/niat maka kita akan menjadi orang yang pantang menyerah untuk berubah. That’s My opinion.

    Pak romanus masih inget saya? Saya hendy wijaya. Saya dulu SMP dan SMU di Tarsisius vireta. Dan kebetulan waktu itu bapak mengajar saya tentang pendidikan agama. Bapak apa kabar? Sehat2 saja kan disana? Dah lama ya pak kita tidak berjumpa. Saya doakan supaya bapak sehat selalu disana ya pak. AMIN.

  2. Ya Hendy, gimana kabarmu?? Baik-baik kan? Selamat berjumpa kembali, ya. Di mana kamu sekarang? Sudah jadi apa?
    Soal perubahan itu, Hendy sudah memiliki suatu titk start yang sangat penting. Berubah itu memang berawal dari keinginan diri sendiri 100 %. Ini merupakan pintu gerbang untuk masuk ke dalam suatu dunia yang baru. Kuncinya selalu pada diri sendiri.
    Namun, kalau Hendy mengatakan bahwa perubahan itu butuh proses yang panjang dan lama, disertai usaha yang keras, bisa benar, bisa salah. Benarnya, memang itulah yang kita alami selama ini, dan itu pulalah yang selalu dialami oleh setiap orang yang belum mengenal cara dan teknik baru untuk mengubah diri.Salahnya, sekarangnya sudah mulai marak pelatihan dan pembelajaran berdasarkan hasil riset dari para yang membawa perubahan hidup yang dramatis. Transformasi hidup merupakan sebuah tema yang sering diperbincangkan. Apa dan bagaimana itu? Tunggu artikel saya berikutnya. Untuk sementara ini kita berdiskusi tentang “mengapa kita sulit berubah”

  3. Kabar saya baik2 saja pak. Saya sekarang ada dijakarta, ngekost tepatnya. Karna saya lagi menjalani pendidikan lanjut di universitas bina nusantara mengambil jurusan sistem informasi. Saya blm jadi apa2 pak. Saya cuma seorang mahasiswa biasa. Ya tapi saya sekarang sudah kerja part time sih pak, jadi asisten lab sistem informasi. hehehe… Thx ya pak dah berkunjung di web saya.^^

  4. Trimakasih juga, selamat belajar semoga sukses. Jadilah orang sukses, sukses untuk diri sendiri maupun orang lain. OK?

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.