Cukup sering orang mengeluhkan perilaku, entah dirinya atau orang lain, yang sangat sulit untuk diubah. Sebut saja, salah satu contohnya adalah menunda-nunda pekerjaan. Terus-menerus menunda pekerajaan, lama-kelamaan akan menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit. Meskipun menyadari dampak negatifnya, seseorang cenderung tetap bertahan atau malah semakin menunda-nunda pekerjaannya. Seakan-akan terasa bahwa semakin dipikirkan, semakin kuat perilaku menunda pekerjaan.
Dengan kasus di atas, kita diingatkan akan betapa dahsyatnya pikiran manusia. Mekanisme kerja pikiran manusia memang luar biasa. Perilaku menunda pekerjaan itu dimulai dari dalam pikiran. Terjadi dialog internal di dalam pikiran, antara yang segera menyelesaikan pekerjaan dan yang ingin bersantai. Terjadi pertarungan yang sengit. Bila muncul perilaku menunda pekerjaan yang semakin lama semakin tertunda, itu berarti bagian yang ingin santai menang. Tertancaplah sebuah titik kemenangan yang bakal menjadi bibit untuk menunda pekerjaan. Begitu selanjutnya terjadi pergulatan pikiran antara segera mengerjakan pekerjaan atau menunda, maka aktiflah tombol menunda, maka terjadilah hasilnya, pekerjaan ditunda-tunda lagi. Begitu seterusnya, semakin dipikirkan, semakin kuat program penundaan, sampai suatu saat menjadi permanen dan mulai menjadi masalah bagi seseorang.
Dengan demikian menjadi jelas bahwa apa yang dipikirkan secara konsisten, misalnya mengenai menunda pekerjaan, maka akan menjadi realitas di dalam kehidupan. Apa yang dipikirkan secara terus-menerus dan konsisten akan menjadi bibit dan berbuah menghasilkan sebuah perilaku sesuai dengan apa yang dipikirkan secara konsisten itu.
Dan yang menarik, adalah apa pun yang dipikirkan, entah itu positif atau pun negatif, pikiran akan merealisasikan sesuatu dengan “permintaan” kita. Jadi apapun yang kita pikirkan secara konsisten, entah positif atau negatif, akan menjadi realitas bagi kehidupan kita.
Dengan demikian, menjadi sangat jelas bahwa nasib hidup sangat ditentukan oleh isi pikiran kita. Akan menjadi seperti apakah hidup kita, tergantung sepenuhnya pada apa yang terus-menerus kita pikirkan. Menjadi sukses dan bahagia, terpuruk dan terus-menerus gagal dalam hidup, sepenuhnya tergantung pada apa permintaan kita di dalam pikiran kita. Itulah cara kerja hukum tarik-menarik, Hukum Law of Attraction, menjadi sesuatu yang nyata bagi hidup dan kehidupan kita.
So, bila menginginkan hidup yang sukses dan bahagia, maka pikirkan hal-hal yang membawa hidup menuju sukses dan bahagia itu. Selamat menjalankan hidup yang sukses dan bahagia, dengan menanam benih sukses dan bahagia di dalam pikiran terlebih dahulu.
NB: dapat artikel yang menarik tentang pengembangan hidup yang optimal dalam link ini.
DIarsipkan di bawah: 1