BERUBAH
Sedikit sedikit “berubahlah!”, sedikit sedikit “berubahlah!”. Berubah kok cuma sedikit-sedikit?
Seorang musafir kehidupan berpetualang ke seluruh penjuru dunia dan melihat betapa lambannya semua orang untuk berkembang. Dengan semangat mudanya, ia berteriak di dalam doanya, ya Tuhan ubahlah semua orang di dunia ini, agar hidupnya semakin cepat berkembang. Begitulah seruan itu nyaring terdengar sampai berpuluh-puluh tahun, tapi tak ada yang berubah. Ia menepi gelisah di pinggir jalan, di bawah sebuah pohon yang rimbun dedaunannya. Ia berbisik dalam doanya, ya Tuhan, kalau begitu ubahlah orang-orang di sekitarku saja. Ia puas. Menyadari realitas baru, dan kali ini ia yakin, doanya pasti terkabul. Hari, bulan, tahun terus berlalu. Sampai rambutnya pun sudah beruban, namun tidak ada yang berubah. Dan kali ini, ia sendiri akhirnya berubah, setidaknya dalam gema doanya berikut ini, “Ya, Tuhan, ubahlah diriku sendiri. Betapa aku telah menyia-nyiakan waktu untuk mengharapkan perubahan pada orang lain, namun semua itu akan terjadi ketika aku sendiri harus terlebih dahulu berubah. Sebuah teladan tindakan lebih bermakna dari sebuah kata.
Pola Pikir Seorang Pendidik
Seorang pendidik merupakan salah satu agen perubahan. Seiring dengan fungsi dunia pendidikan sebagai transformasi peradaban, maka pendidik merupakan fasilitator transformasi itu. Dengan demikian pendidik memiliki peran kunci (key-role) di dalam proses perubahan.
Sementara itu perubahan terjadi bilamana dimulai dari diri sendiri, tepatnya pada pola pikir seseorang. Suatu pola pikir yang telah membeku dan statis, dipastikan tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Syukur-syukur kalau pola pikir yang statis itu merupakan sebuah bangunan yang “berbentuk”. Bila sebaliknya, justru menjadi sumber persoalan, maka pola pikir semacam itu harus diubah.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pola pikir seorang pendidik sangat penting dalam merekayasa sebuah perubahan bermakna. Itulah sebabnya pola pikir seorang pendidik senantiasa harus bersifat dinamis. Berubah untuk menyesuaikan diri dengan perubahan jaman, dan terutama berubah dari hal-hal yang sifanya menghambat menuju hal-hal yang membangun. Bila kunci perubahan menuju peradaban ada di tangan seorang pendidik, maka seorang pendidik harus mampu mentransformasi pola pikirnya menjadi sebuah “mesin konstruktif” bagi kemajuan peradaban yang salah satunya dimotori oleh dunia pendidikan.
PIKIRAN KOTOR
Sudah pernah mendengar ungkapan “pikiran kotor”? Belum? Ah, yang benar aja. Kayak nggak berpijak di planet ini aja. Apa yang muncul di pikiran Anda sewaktu membaca judul artikel ini? Ya … pada umumnya kita langsung mengasosiasikan pikiran kotor dengan pikiran jorok atau pikiran porno. Ada akronim Sukirno, suka pikiran porno.
Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah pikiran kita hanya dikotori oleh hal-hal yang jorok atau yang berbau porno itu saja? Belum tentu! Ah, kok belum tentu? Ya yalah! Kata-kata atau konsep dari “dunia” porno atau jorok memang mengotori pikiran seseorang. Tapi kan kata-kata atau konsep dari “dunia lain” pun bisa mengotori pikiran kita. Sebut saja marah, benci, dendam, bohong, bodoh, goblok, dengki, selingkuh, dan sejuta deret kata-kata yang termasuk dalam kategori negatif pasti akan mengotori pikiran. Jadi sebagaimana ada polusi udara, ada pencemaran air, ada juga polusi pikiran, pencemaran pikiran. Jadilah pikiran itu “kotor”. Dengan demikian, pikiran kotor bukan hanya berhubungan dengan pikiran jorok atau porno, melainkan pikiran yang dicemari oleh berbagai kata atau konsep negatif.
TO SET OUR MIND
Udah mandi kan? Ah, udah dong! Nyisir rambut? Eh kok nanya-nanya begini? Ah, jangan marah, dong! Cuman cek doang, apa udah menata dirimmu kalau masuk blog ini.
Kalau yang ini Anda belum nata kan? Ah, nuduh! Apaan? Ya PIKIRANmu? Pikiran? Apa perlu ditata? Ya, yalah. Anda penasaran? Kalo penasaran, Anda udah tepat masuk blog ini. Melalui blog ini, saya mengajak Anda semua untuk belajar bersama-sama bagaimana menata pikiran kita, to set our mind. Ini bakal jadi ilmu baru yang paling dahsyat memicu perkembangan umat manusia. Nah, untuk itu marilah kita berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menuju sebuah abad baru yang revolusioner akibat adanya ILMU-PIKIR. Hayo!!!!
SELAMAT BERPUASA – GONG XI FA CAI
Hari Rabu dan Kamis, tanggal 6 dan 7 Pebruari 2008, segenap warga SMP Tarsisius Vireta berlibur. Pasalnya, Rabu 6 Pebruari 2008 merupakan hari Rabu Abu, awal puasa bagi seluruh umat Katolik sedunia, sementara tanggal 7 Pebruari merupakan tahun baru Imlek 2559 bagi warga Tiong Hoa. Dua hari besar yang bergandengan, adakah maknanya?
Memasuki tahun yang baru, biasanya orang merefleksikan perjalanannya selama tahun yang silam. Meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan merencanakan hal-hal yang baik bagi hidup selanjutnya. Inilah kurang lebih makna umum setiap pergantian tahun bagi semua orang. Sementara Rabu Abu merupakan hari dimulainya pertobatan, mawas diri dan mengoreksi segala dosa dan kesalahan yang dibuat. Bertobat untuk memulai hidup yang baru di dalam semangat kebangkitan Yesus pada perayaan Paskah.
Selamat berpuasa (Rabu Abu) & Selamat memasuki tahun yang baru (Imlek).
Mau tau lebih lanjut tentang imlek? Akses di bogroll!
Test Masuk SMP Vireta – YBHK
Buku Pegangan Siswa, Siapa yang Menentukan?
Karya Tulis yang Mendebarkan
Mendebarkan! Detak jantungnya semakin berpacu dengan lebih cepat, apalagi bila sudah tiba saatnya untuk masuk ke ruang eksekusi.
Itulah sekilas gambaran perasaan siswa-siswi SMP Tarsisius Vireta Tangerang kelas IX pada hari-hari ini. Pasalnya sejak hari ini, Selasa, 22 Januari 2008 sampai dengan Sabtu, 26 Januari 2008, seluruh siswa-siswi SMP kelas IX mengikuti sidang akademik pengujian karya tulis. Di hadapan tiga guru penguji, mereka harus mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang dilakukan sejak enam bulan yang lalu, tepatnya bulan Agustus 2007.
Karya tulis yang sekarang sedang diujikan dalam sidang akademik ini merupakan salah satu kegiatan unggulan SMP Tarsisius Vireta. Melalui kegiatan karya tulis ini, diharapkan siswa mampu memecahkan persoalan-persoalan yang dijumpainya secara ilmiah dengan menggunakan cara-cara yang ilmiah pula. Meskipun baru tingkat memberikan pengalaman belajar kepada siswa SMP yang masih remaja awal itu, kegiatan karya tulis dirasa cukup bermanfaat bagi siswa-siswi baik untuk kehidupan pada umumnya, maupun secara khusus bila mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, meskipun harus berdebar sesaat, tapi bisa melegakan untuk waktu yang lebih lama.
Pendalaman Materi Uan
Untuk menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2007/2008, SMP Tarsisius Vireta telah mulai melakukan pendalaman materi Ujian Nasional bagi siswa kelas IX pada tanggal 15 Januari yang lalu. Ini adalah salah satu bentuk persiapan menghadapi Ujian Nasional yang terus dilaksanakan oleh pemerintah, cq Departemen Pendidikan Nasional meskipun mendapat penentangan dari banyak kalangan.
Pendalaman Materi merupakan salah satu strategi mempersiapkan siswa dalam menghadapi ujian itu. Upaya ini tidak terlepas dari usaha lain yang terkait, bahkan terintegrasi di dalamnya, di antaranya, bedah skl, menyiapkan bank soal, melakukan latihan soal, melakukan try-out, dan lain-lain.
Usaha-usaha tersebut dilakukan oleh pihak sekolah, dalam hal ini guru matapelajaran unas kelas IX, guna membantu para siswa agar dapat menghadapi Ujian Nasional dengan tak gentar, dan terutama para siswa dapat lulus dalam ujian itu sehingga melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di tahun pelajaran berikutnya.
Menghadapi Ujian Nasional, bagaimana strateginya?
Memasuki semester genap, semua sekolah SMP dan SMA/SMK sibuk mempersiapkan para siswanya untuk menghadapi Ujian Nasional agar berhasil lulus seratus persen. Meskipun kontroversi tentang Ujian Nasional terus berlangsung namun pemerintah cq Departemen Pendidikan Nasional dengan penuh percaya diri terus melaksanakan hajatan yang satu ini dengan alasan untuk menjaga standar pendidikan secara nasional.
Berhadapan dengan kebijakan pemerintah ini, semua sekolah pasrah pada kenyataan dan mau tidak mau harus mempersiapkan para siswanya agar dapat mengikuti ujian nasional ini dan berhasil.
Lalu bagaimana strategi menghadapi ujian nasional ini?
Tiap sekolah menerapkan strateginya sendiri, namun pada umumnya semua sekolah melaksanakan pelajaran tambahan khusus untuk mata pelajaran ujian nasional, dengan aneka ragam nama seperti pendalaman, pengayaan, pemanatapan, atau masih banyak lagi. Singkatnya sekolah mendrill soal-soal latihan bagi siswa supaya siap menghadapiujian nasional. Apakah strtaegi semacam ini sudah cukup memadai untuk menghadapi ujian nasional? Mungkin ya, mungkin juga tidak! Lalu bagaimana? Nah, ini dia! Mohon bantuan para pembaca’ khususnya pemerhati pendidikan untuk memberikan sumbang saran bagaimana strategi yang tepat dan efektif untuk menghadapi ujian nasional. Mohon bantuan dan partisipasinya. Thank you for your help.
Bagi anda yang sedang mencari SKL UN 2008, silakan download di sini.