Skip to content

Your Alert Header

Your alert message goes here.

Semua Orang Bisa Sukses

Oktober 26, 2009
by

Semua orang bisa sukses, ya semua orang bisa sukses. Anda tidak salah baca, judulnya memang begitu. Semua orang, siapa saja, bisa sukses. Tapi kan banyak orang nyatanya hidup susah. Mereka sudah berjuang pontang-panting untuk bekerja keras, tapi hidupnya tetap susah. Begitulah, kira-kira sanggahan Anda. Anda benar, mereka memang tidak sukses, karena itulah yang mereka kehendaki. Ah, apalagi ini? Bikin tambah pusing saja. Sabar dong, sabar. Mereka tidak sukses, karena mereka tidak mau sukses. Cobalah Anda bertanya, apa sih yang sering mereka pikirkan saban hari? Pasti mereka akan menjawab, tidak mau hidup susah.

Begitulah tumpukan pikiran semakin mengental dari hari ke hari, akhirnya berwujud menjadi sebuah realitas fisik. Apapun yang dipikirkan secara terus-menerus secara konsisten untuk waktu yang lama, hal itu menjadi kenyataan bagi hidup seseorang. Itulah apa yang sering disebut dengan Law Of Attraction (LOA).

Cobalah Anda amati orang-orang yng sukses, apa yang sering mereka pikirkan dan renungkan dalam hatinya. Atau lebih jelasnya, apa yang sering mereka perbincangkan setiap hari. Mereka tidak mengatakan bahwa mereka tidak mau hidup susah. Mereka justru sering berpikir tentang hidup bahagia dan senang, hidup yang sukses. Pikiran itu terus bergulir, mengkristal menjadi sebuah realitas di dalam hidupnya.

So, Anda paham sekarang? Jadi untuk meraih hidup sukses, mulailah dengan mengubah mindset Anda. Ubahlah pola pikirmu, maka hidupmu akan sukses. OK???

Iklan

Terjadilah Padamu Seperti Apa Yang Anda Pikirkan…

Agustus 22, 2009
by

Cukup sering orang mengeluhkan perilaku, entah dirinya atau orang lain, yang sangat sulit untuk diubah. Sebut saja, salah satu contohnya adalah menunda-nunda pekerjaan. Terus-menerus menunda pekerajaan, lama-kelamaan akan menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit. Meskipun menyadari dampak negatifnya, seseorang cenderung tetap bertahan atau malah semakin menunda-nunda pekerjaannya. Seakan-akan terasa bahwa semakin dipikirkan, semakin kuat perilaku menunda pekerjaan.

Dengan kasus di atas, kita diingatkan akan betapa dahsyatnya pikiran manusia. Mekanisme kerja pikiran manusia memang luar biasa. Perilaku menunda pekerjaan itu dimulai dari dalam pikiran. Terjadi dialog internal di dalam pikiran, antara yang segera menyelesaikan pekerjaan dan yang ingin bersantai. Terjadi pertarungan yang sengit. Bila muncul perilaku menunda pekerjaan yang semakin lama semakin tertunda, itu berarti bagian yang ingin santai menang. Tertancaplah sebuah titik kemenangan yang bakal menjadi bibit untuk menunda pekerjaan. Begitu selanjutnya terjadi pergulatan pikiran antara segera mengerjakan pekerjaan atau menunda, maka aktiflah tombol menunda, maka terjadilah hasilnya, pekerjaan ditunda-tunda lagi. Begitu seterusnya, semakin dipikirkan, semakin kuat program penundaan, sampai suatu saat menjadi permanen dan mulai menjadi masalah bagi seseorang.

Dengan demikian menjadi jelas bahwa apa yang dipikirkan secara konsisten, misalnya mengenai menunda pekerjaan, maka akan menjadi realitas di dalam kehidupan. Apa yang dipikirkan secara terus-menerus dan konsisten akan menjadi bibit dan berbuah menghasilkan sebuah perilaku sesuai dengan apa yang dipikirkan secara konsisten itu.

Dan yang menarik, adalah apa pun yang dipikirkan, entah itu positif atau pun negatif, pikiran akan merealisasikan sesuatu dengan “permintaan” kita. Jadi apapun yang kita pikirkan secara konsisten, entah positif atau negatif, akan menjadi realitas bagi kehidupan kita.

Dengan demikian, menjadi sangat jelas bahwa nasib hidup sangat ditentukan oleh isi pikiran kita. Akan menjadi seperti apakah hidup kita, tergantung sepenuhnya pada apa yang terus-menerus kita pikirkan. Menjadi sukses dan bahagia, terpuruk dan terus-menerus gagal dalam hidup, sepenuhnya tergantung pada apa permintaan kita di dalam pikiran kita. Itulah cara kerja hukum tarik-menarik, Hukum Law of Attraction, menjadi sesuatu yang nyata bagi hidup dan kehidupan kita.

So, bila menginginkan hidup yang sukses dan bahagia, maka pikirkan hal-hal yang membawa hidup menuju sukses dan bahagia itu. Selamat menjalankan hidup yang sukses dan bahagia, dengan menanam benih sukses dan bahagia di dalam pikiran terlebih dahulu.

NB: dapat artikel yang menarik tentang pengembangan hidup yang optimal dalam link ini.

Mengotak-atik Pikiran Manusia

Juli 14, 2009
by

Baca selanjutnya…

Kualitas Pendidikan Kita Semakin Meningkat?

Juni 25, 2009
by

Hingar-bingar Ujian Nasional telah usai, dengan diumumkannya hasil Ujian Nasional baik tingkat SMP maupun SMA. Dan seperti biasa, tingkat kelulusan siswa-siswi pada tahun pelajaran 2008/2009 ini pun sangat baik, mencapai lebih dari 90 %. Di sana-sini masih terdengar beberapa sekolah kurang berhasil meluluskan para peserta didiknya, bahkan dikabarkan ada yang tingkat kelulusannya nol %. Namun berita ini seakan tenggelam dalam lautan kegembiraan para siswa, orangtua murid, para guru maupun semua pihak yang terkait dengan keberhasilan ini. Semua tenggelam dalam sebuah rasa haru, para siswa kita lulus, dan bahkan lulus dengan nilai-nilai yang mencengangkan. Semua ini seakan menhapus kekuatiran kita akan mutu pendidikan di tanah air kita. Satu indikator menghapus seluruh indikator penentu kualitas pendidikan pada umumnya.

Pada titik ini kita perlu sejenak merenung dan bertanya diri, apakah benar hasil ujian nasional telah menggambarkan dengan tepat mutu sekolah-sekolah kita dalam menghantar para generasi muda untuk menggapai masa depannya dengan cemerlang? Apakah tingginya nilai Ujian Nasional menjadi indikator keberhasilan seorang siswa ketika kelak ia harus berhadapan dengan realita hidup yang sesungguhnya? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terasa lebih meradang lagi, bila kepada para siswa ditanyakan bagiamana mungkin mereka bisa memperoleh nilai Ujian Nasional yang sedemikian tinggi, padahal sehari-harinya mereka benar-benar ngos-ngosan untuk mencapai nilai ulangan atau try-out yang cukup baik. Mereka pasti paling tahu, apa yang mereka lakukan, di saat-saat terakhir mereka harus berhadapan dengan apa yang disebut Ujian Nasional itu. Di sinilah letak titik krusial, di mana ukuran mutu sekolah dipertaruhkan dalam sebuah sikap mentalitas instant. Di sini pulalah, masa depan seperti apa dari para siswa kita sudah mulai terpatri, menjadi manusia instant atau menjadi manusia sukses. Kalau sudah demikian, benarkah mutu pendidikan kita semakin meningkat dengan adanya peningkatan lulusan Ujian Nasional? (Baca)

Visioner VS Dreamer

Juni 24, 2009

Setiap insan tentu mempunyai impian dalam hidup. Sekecil apapun, dalam benak setiap kita, ada suatu getaran yang mendorong untuk mencapai sesuatu di kemudian hari. Impian atau cita-cita atau mungkin sekedar hayalan. Ada dua kutub, di ujung yang satu, ada cita-cita kuat dan jelas untuk dicapai, sementara di ujung yang lain, hanya sekedar sebuah bayangan samar-samar. Di sinilah berdiri berhadapan dua sosok manusia, si Visioner dan si Dreamer. Keduanya memiliki kesamaan, yakni sama-sama pemimpi. Tapi, ada perbedaan yang tajam di antara keduanya. Apa itu? Yang satu akan benar-benar menggapai apa yang diidamkannya, sementara yang lain takkan pernah mencapai apa yang diimpikan. Di manakah letak perbedaannya? Nah, di sinilah titik kritis yang membedakan seorang visioner dan dreamer. Si visioner berhasil mencapai tujuannya karena karena ia tahu ia akan mencapainya. Karena ia tahu mencapainya, maka ia menggunakan cara untuk mencapai impian. Tentu saja cara telah dipertimbangkan dengan matang untuk menghasilkan secara lebih berdayaguna dan berhasilguna. Ini tentu berbeda dengan si dreamer, yang hanya bermimpi. Ia bermimpi, tapi tanpa menggunakan cara, karena memang ia tidak tahu bagaimana mencapai tujuan impiannya. Jadi ia tak memiliki cara atau alat apapun. Jadi ..bila ingin menjadi seorang visioner, milikilah cara untuk mencapainya.

Hidup itu sebuah tamasya indah

April 13, 2009

Hdup itu sebuah tamasya indah!!! Membaca kalimat ini, lalu berhenti sejenak untuk merasakannya, tentu akan mendatangkan beragam reaksi dari dalam. Apa yang tak berpikir panjang, langsung saja setuju 100 persen. Sementara itu, ada juga yang langsung memberontak menyangkal kalimat ini. Ya ini hanya sebuah kalimat, tersusun dari beberapa kata. Titik. Tidak lebih.

Namun justru warna-warni reaksimu itulah yang memberi makna pada kalimat ini, atau lebih tepatnya memberi makna pada diri anda sendiri! Hm…. apalagi nih. Ya sejauh bagaimana reaksi anda terhadap kalimat ini, sejauh itu pulalah makna hidup anda.

Bagi anda yang setuju, hidupmu memang sebuah tamasya indah. Sebuah perjalanan keindahan, yang senantiasa dinikmati, karena memang merupakan sebuah anugerah dari Yang Mahakuasa.

Sementara bagi anda yang tidak setuju, ya jelas bagimu, bahwa itulah warna kehidupanmu selama ini, kelam, atau bahkan hidup. Jadi pasti bukanlah sebuah tamasya indah, mungkin sebuah penjara gelap.

Nah, sekarang kesempatan anda memikirkan ulang, hanya sejenak saja. Apakah anda akan meneruskan hidup macam apa? Mau yang tamasya indah atau penjara gelap?

Ada kabar gembira untukmu, bahwa anda bisa menata ulang hidupmu ke depan. Memang hidup hidupmu itu indah, seperti rencana Sang Pemberi Hidup. Jadi, anda bisa memikirkan dan menata ulang hidupmu. Bagaimana caranya? Nah, pertanyaanmu bagus. Memang mudah dilakukan, kalau kita tahu caranya.

Ada banyak cara, tentu saja. Bisa dengan jalan kaki, arti perlahan-lahan. Bisa pula dengan sepeda, sepeda motor, mobil bahkan pesawat, sesuai tingkat kecepatan yang anda yang sukai.

Lalu, persisnya bagaimana?

Sabar, dong,  jangan buruan.

Tunggu, tulisan berikutnya. Kalau menurutmu?

Mengapa Kita Sulit Berubah?

Februari 10, 2009
by

Pernahkah anda berpikir bahwa supaya menggapai hidup yang lebih baik, anda perlu berubah? Sudah berapa lama anda berpikir demikian?

Saya mengucapkan selamat kepada anda kalau mulai berpikir untuk mengubah diri supaya hidupmu semakin bermakna dan berkualitas. Anda sudah berhasil mencapai langkah yang pertama. Kalaupun belum melangkah, anda sudah mulai berpikir melangkah, itu sudah bagus.

Sekalipun demikian, kita perlu menyadari bahwa berubah merupakan sesuatu yang tidak gampang. Kita mengamati baik diri kita sendiri, maupun orang-orang di sekitar kita tampaknya sangat sulit untuk berubah. Bahkan kalau kita sudah memiliki niat setingi langit, tetapi terasa sangat berat.

Akibatnya kita kembali terpuruk. Tampaknya sudah ada harapan, tapi jatuh lagi, jatuh lagi. Akibatnya bisa saja kita berhenti berjuang.

Kalau sudah demikian keadaannya, apalagi yang harus kita perbuat? Menyerah? Atau bertindak?

Nah, saya akan mencoba mencari tahu mengapa kita sulit berubah dengan penelusuran dalam buku-buku bacaan ilmiah maupun dalam relung hati. Saya akan membagikan untukmu dalam blog ini dalam bentuk tulisan. Saya mengajak anda pun berbuat demikian, agar kita dapat saling melengkapi dalam pencarian dan petualangan guna menemukan sebuah jawaban yang bermanfaat. OK, setuju?

Anak Penurut yang Tidak Menurut

Januari 3, 2014

Anak Penurut yang Tidak Menurut.

Manfaat Hipnoterapi

November 20, 2013

Manfaat Hipnoterapi.

Inspirational

September 21, 2013

Inspirational.

PIKIRAN DAN MISTERI POTENSI DI DALAMNYA

September 19, 2013

PIKIRAN DAN MISTERI POTENSI DI DALAMNYA.

Kisah Pilu Tujuh Tahun Lenyap Dalam Sekejap

Mei 21, 2013

Kisah Pilu Tujuh Tahun Lenyap Dalam Sekejap.

Hipnoterapi Klinis

April 15, 2013

Hipnoterapi Klinis.

April 15, 2013

.